teman kecil
Written on June 10, 2008 – 11:57 pm | by chaz-finklestein
Persahabatan 4 anak kecil.
Mereka adalah Alip 11 tahun, lalu saudaranya Auli, 8 tahun.
Alip dan Auli mempunyai sepupu bernama Cipa 5 tahun.
Keluarga itu mempunyai seorang pembantu. Pembantu tersebut mempunyai anak bernama Deli 7 tahun.
Alip, Auli, Cipa dan Deli adalah 4 anak kecil yang suka bermain bersama.
Alip suka bermain kasar, memukul-mukuli, memperlihatkan kejantanannya. Namun itu sudah biasa, dibalas dengan tawa dan canda.
Auli orang yang keras kepala. Pemarah, egois, namun mereka bertiga sudah biasa menyikapi sikap Auli yang seperti itu.
Cipa seorang anak yang cengeng. Paling bungsu sehingga sering ditindas. Karena sering ditindas, kakek-nenek mereka lebih membela Cipa. Namun itu pun sudah biasa.
Deli berperan sebagai penengah. Namun karena ’status’ nya, ia sering kali disuruh-suruh. Sering kali tanpa alasan ia dimusuhi oleh ketiganya. Namun ketika mereka bersama-sama bermain, itu adalah hal yang paling menyenangkan.
lalu 2 tahun kemudian, Cipa pindah rumah, meninggalkan Alip dan Auli. Deli ikut menemani Cipa di rumah baru. Walau begitu, setiap minggu, Cipa pasti pergi bermain ke rumah Alip dan Auli bersama Deli. Ataupun sebaliknya.
Namun suatu hari, orang yang paling berperan penting dalam keluarga itu, meninggal. Ketika Alip berumur 18 tahun, sang nenek meninggal dunia. Nenek itu sangat berharga bagi ke 4 anak itu. Nenek yang sebagai penengah pertengkaran, nenek yang menyediakan makanan bagi mereka ber empat, nenek yang sudah menjadi ‘ibu’ ke 2 bagi mereka ber empat. Bahkan Deli sekalipun. Merasa sangat kehilangan.
Ibu Deli yang sangat mengabdi pada sang nenek, mulai kehilangan semangatnya. Ibu Deli berhenti bekerja, menyebabkan Deli tidak dapat bersama lagi dengan mereka bertiga.
Alip dan Auli yang semakin jarang pergi bermain bersama lagi dengan Cipa.
Cipa yang menjadi sangat kehilangan figur kakak.
Alip dan Auli yang semakin individualis.
Walau jarang, mereka pernah bermain ke rumah Cipa.
Alip yang paling sering.
Karena ia kuliah dekat dengan rumah Cipa.
Suatu hari, ibu Cipa kehilangan uang di bank dengan jumlah besar. Lebih dari 2000 dolar. Karena yang mengetahui nomor pin atm hanya ibu Cipa, ayah Cipa dan Cipa sendiri, maka Cipa yang dituduh mengambil uang.
Ayah Cipa mustahil, karena ia kehilangan penglihatannya dan tidak dapat bergerak bebas.
Cipa panik, merasa kehilangan kepercayaan dari orang tuanya.
Cipa sedih.
Cipa sakit.
Sakit jiwa.
Akhirnya diselidiki menyusuri bank utama.
Siapa yang sebenarnya mengambil uang.
ternyata….
Alip.
Semenjak itu, Cipa tidak lagi melihat batang hidung Alip.
Selama bertahun-tahun.
Demikian adiknya, Auli, tidak lagi pernah melihat atau mendengar suara Alip.
Alip menghilang.
Cipa berumur 19 tahun.
Tinggal terpisah dari orangtuanya untuk kuliah.
Sering sekali Auli dan Cipa bertemu sekedar jalan-jalan bersama.
Momen itu sangat berharga bagi Cipa, karena Auli adalah satu-satunya teman dari kecil yang masih bersamanya.
Ada kabar dari Deli bahwa ia telah menikah dan mempunyai seorang anak.
Cipa dan Auli tertawa dan tidak menyangka bahwa Deli adalah teman kecil mereka.
Namun..
…
Sekarang Auli menghilang juga.
…
Mereka ber empat sekarang benar-benar terpisah.
